DNIKS: Tahun Kuda 2026 Momentum Perkuat Pertumbuhan Inklusif dan Stabilitas Sosial

Afif Kurniawan Berita Nasional 11 Februari 2026 45 kali DNIKS: Tahun Kuda 2026 Momentum Perkuat Pertumbuhan Inklusif dan Stabilitas Sosial

Jakarta, Februari 2026 — Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) menilai Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Kuda 2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi, kebijakan fiskal, dan tanggung jawab sosial dunia usaha demi menjaga stabilitas sosial nasional.

Ketua DNIKS, Paul Bobby Utomo, menyampaikan bahwa simbol Tahun Kuda energi, ketangguhan, dan keberanian untuk melaju relevan dengan tantangan ekonomi Indonesia saat ini: tumbuh lebih cepat namun tetap menjaga keseimbangan dan pemerataan.

“Pertumbuhan ekonomi yang sehat membutuhkan fondasi sosial yang kuat. Stabilitas sosial adalah prasyarat keberlanjutan pembangunan,” ujar Paul.

DNIKS mencatat bahwa struktur ekonomi Indonesia masih sangat ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang berkontribusi lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB). Artinya, daya beli masyarakat terutama kelompok desil 1–4 memegang peranan penting dalam menjaga pertumbuhan tetap stabil di kisaran 5 persen.

Dalam perspektif makroekonomi, penguatan kesejahteraan masyarakat bawah bukan semata agenda sosial, melainkan bagian dari strategi menjaga permintaan domestik, mengurangi risiko gejolak sosial, dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Karena itu, DNIKS memandang kebijakan fiskal pemerintah melalui belanja sosial, subsidi tepat sasaran, dan program perlindungan sosial perlu diperkuat dengan dukungan sektor swasta melalui program CSR/TJSL yang lebih fokus dan terukur.

Sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam Asta Cita serta komitmen Asta Bakti DNIKS, organisasi ini mendorong agar kolaborasi pemerintah dan dunia usaha diarahkan pada:

Penguatan daya beli dan ketahanan ekonomi keluarga rentan;

Program pemberdayaan yang mendorong mobilitas sosial naik kelas;

CSR berbasis data dan pengukuran dampak;

Sinergi kebijakan fiskal dan filantropi untuk menciptakan efek berganda ekonomi.

DNIKS juga mencermati pentingnya peran dunia usaha dalam mendukung stabilitas sosial sebagai bagian dari ekosistem ekonomi nasional. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa pertumbuhan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat luas dan pengurangan kesenjangan.

Menurut Paul, CSR tidak seharusnya dipandang sebagai kewajiban administratif semata, tetapi sebagai investasi sosial jangka panjang yang turut memperkuat pasar domestik.

“Ketika masyarakat desil bawah menguat, konsumsi domestik terjaga, stabilitas sosial terkendali, dan ekonomi menjadi lebih resilien. Ini adalah kepentingan bersama,” tambahnya.

DNIKS menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra strategis dalam menyelaraskan program sosial dunia usaha dengan prioritas pembangunan nasional. Pendekatan yang terintegrasi diyakini dapat memperkuat efektivitas belanja sosial pemerintah sekaligus meningkatkan dampak program CSR terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menutup pesannya dalam momentum Imlek, Paul Bobby Utomo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Tahun Kuda sebagai tahun percepatan pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan.

“Semoga Indonesia melaju dengan keberanian dan keseimbangan pertumbuhan yang kuat, fiskal yang sehat, dan kesejahteraan yang semakin merata.”

Gong Xi Fa Cai.


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin